Warm Compress on Lowering Body Temperature Among Hyperthermia Patients: A Literature Review

Authors

  • Lilis Lismayanti
  • Andika Abdul Malik
  • Nida Siti Padilah
  • Fidya Anisa Firdaus
  • Henri Setiawan

DOI:

https://doi.org/10.35654/ijnhs.v4i3.465

Keywords:

Hyperthermia, Warm compresses, Body temperature

Abstract

Hyperthermia increased the core human body temperature above normal 36.7-37.5 °C, usually caused by infection, resulting in fever, and was the most common manifestation. One of the efforts that could be done to overcome the symptoms of hyperthermia was the application of warm compresses to the frontal, axillary, and dorsalis pedis. The study aimed to describe body temperature changes in hyperthermic patients after warm compress was applied. This study used a descriptive design with a literature review approach. Twelve articles were included in this review by six journal databases: PubMed, JSTOR, Wiley Online Library, Sage Journal, Taylor and Francis Online, and Google Scholar. The selection was carried out by assessing articles that met the inclusion criteria, including the publication range for 2008-2021, English and Indonesian languages ??, and open access to full-text pdf. The critical assessment was carried out by using the Critical Appraisal Skills Programmed instrument. The review results showed that the warm compress method had a positive effect in lowering body temperature in the nursing process in patients with hyperthermia. Based on the literature from the reviewed articles, it could be concluded that a warm compress intervention needed to be given to hyperthermic patients to lower the patient's body temperature whether they were undergoing treatment or not

Downloads

Download data is not yet available.

References

(1) Saputro MA, Widasari ER, Fitriyah H. Implementasi Sistem Monitoring Detak Jantung dan Suhu Tubuh Manusia Secara Wireless. J Pengemb Teknol Inf dan Ilmu Komput. 2017;1(2):148–56.

(2) Harahap AM, Rudi K. Kadarsah EO. Angka Kejadian Hipotermia dan Lama Perawatan di Ruang Pemulihan pada Pasien Geriatri Pascaoperasi Elektif Bulan Oktober 2011–Maret 2012 di Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung. J Anestesi Perioper. 2014;2(1):36–44.

(3) Naldi Y, Sutisna A. Hubungan Pengetahuan Hipotermi dengan Perilaku Penanganan Awal Hipotermi pada Mahasiswa Pencinta Alam di Unswagati dan IAIN Syekh Nurjati Kota Cirebon. J Kedokt Kesehat. 2018;4(2):105–11.

(4) Hasan FA. Pengaruh Kompres Hangat Terhadap Perubahan Suhu Tubuh Pada Pasien Febris. J Ilm Kesehat Pencerah. 2018;7(2):78–83.

(5) Oktavian M, Nawawi AM. Perbandingan Pemberian Ondansetron 8 mg dengan Tramadol 1 mg/ kgBB Intravena untuk Mencegah Menggigil Pascaanestesi Umum pada Operasi Mastektomi Radikal atau Modifikasi. J Anastesi Perioper. 2014;2(1):1–9.

(6) Nofitasari F, Wahyuningsih. Penerapan Kompres Hangat Untuk Menurunkan Hipertermia Pada Anak Dengan Demam Typoid. J Manaj Asuhan Keperawatan. 2019;3(2):44–50.

(7) Latupeirissa D. Demam berkepanjangan pada anak di RSUP Fatmawati tahun 2008-2010. Sari Pedriati. 2012;14(4):241–5.

(8) RI K. No Title. 2019.

(9) Wardiyah A, Setiawati S, Setiawan D. Perbandingan efektifitas pemberian kompres hangat dan tepid sponge terhadap penurunan suhu tubuh anak yang mengalami demam RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. J Ilmu Keperawatan. 2016;4(1):44–56.

(10) Masruroh R, Hartini S, Astuti R. Efektivitas Pemberian Kompres Hangat Di Axilla Dan Di Femoral Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Pada Anak Demam Usia Prasekolah Di Rsud Ambarawa. J Ilmu Keperawatan Dan Kebidanan. 2017;3(2).

(11) Vinca OD, Kestriani ND. Plasmafaresis pada Pasien Status Epileptikus Akibat Ensefalitis Anti-NMDAR di Unit Perawatan Intensif. J Anestesi Perioper. 2020;8(1):56–66.

(12) Rahmasari V, Lestari K. Review: Manajemen Terapi Demam Tifoid: Kajian Terapi Farmakologis dan Non Farmakologis. Farmaka. 2018;16(1):184–95.

(13) Hasan F. Pengaruh Kompres Hangat Terhadap Perubahan Suhu Tubuh Pada Pasien Febris. J Ilm Kesehat. 2018;1(2).

(14) Efendi D. Perbedaan Efektifitas Kompres Hangat Teknik Blok Aksila dengan Kompres Hangat Tepid Sponge terhadap Penurunan Suhu pada Anak dengan Demam di Ruang Anak RSD. Dr. Soebandi Jember dan Dr. H. Koesnadi Bondowoso. Jember: Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Mu. Indones J Heal Sci. 2012;3(1).

(15) Sorena E, Slamet S. Efektifitas Pemberian Kompres Hangat Terhadap Suhu Tubuh Pada Anak Dengan Peningkatan Suhu Tubuh Di Ruang Edelweis Rsud Dr. M. Yunus Bengkulu. J Vokasi Keperawatan. 2019;2(1):17–24.

(16) Dewi AK. Perbedaan Penurunan Suhu Tubuh Antara Pemberian Kompres Air Hangat Dengan Tepid Sponge Bath Pada Anak Demam. J Keperawatan Muhammadiyah. 2016;1(1):63–71.

(17) Setiawan H, Nantia Khaerunnisa R, Ariyanto H, Fitriani A, Anisa Firdaus F, Nugraha D. Yoga Meningkatkan Kualitas Hidup Pada Pasien Kanker: Literature Review. J Holist Nurs Sci. 2021;8(1):75–88.

(18) Hartini S. Efektifitas Kompres Air Hangat Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Anak Demam Usia 1 - 3 Tahun Di Smc Rs Telogorejo Semarang. Karya Ilm. 2016;5.

(19) Purwanti, Ambarwati S. Pengaruh Kompres Hangat Terhadap Perubahan Suhu Tubuh Pada Pasien Anak Hipertermia Diruang Rawat Inap Rsud Dr. Moewardi Surakarta. Ber Ilmu Keperawatan. 2008;1(2):81–6.

(20) Mulyani, Lestari E. Efektifitas Tepid Water Sponge Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Pada Anak Dengan Masalah Keperawatan Hipertermia: Studi Kasus. J Keperawatan Terpadu. 2020;2(1):7–14.

(21) Anisa KD. Efektifitas Kompres Hangat Untuk Menurunkan Suhu Tubuh Pada An.D Dengan Hipertermia. J Ilm Ilmu Kesehat. 2019;5(2):122–7.

(22) Karra AK, Anas MA, Hafid MA. The Difference Between the Conventional Warm Compress and Tepid Sponge Technique Warm Compress in the Body Temperature Changes of Pediatric Patients with Typhoid Fever. J Ners. 2019;14(3):321–6.

(23) Maling B, Haryani S, Arif S. Pengaruh Kompres Tepid Sponge Hangat Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Pada Anak Umur 1-10 Tahun Dengan Hipertermia (Studi Kasus Di Rsud Tugurejo Semarang). Karya Ilm. 2012;1.

(24) Wardiyah A, Setiawati, Romayati U. Perbandingan Efektifitas Pemberian Kompres Hangat Dan Tepid Sponge Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Anak Yang Mengalami Demam Di Ruang Alamanda Rsud Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2015. J Kesehat Holistik. 2016;10(1):36–44.

(25) Ayu EI, Irwanti W, Mulyanti. Kompres Air Hangat pada Daerah Aksila dan Dahi Terhadap Penurunan Suhu Tubuh pada Pasien Demam di PKU Muhammadiyah Kutoarjo. J Ners dan Kebidanan Indones. 2015;3(1):10–4.

(26) Masruroh, Riskha, Sri Hartini M.A.Astuti R. Efektivitas Pemberian Kompres Hangat Di Axilla Dan Di Femoral Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Pada Anak Demam Usia Prasekolah Di Rsud Ambarawa. J Ilmu Keperawatan dan Kebidanan. 2017;9(2):1–13.

(27) Rahmawati I, Purwanto D. Efektifitas Perbedaan Kompres Hangat Dan Dingin Terhadap Perubahan Suhu Tubuh Pada Anak Di Rsud Dr. M. Yunus Bengkulu. J Ilm Ilmu Kesehat. 2020;8(2):246–55.

(28) Hastjarjo TD. RancanganEksperimen-Kuasi. Bul Psikol. 2019;27(2):187–203.

(29) Tiarawati LA, Saptadi H, Ismanto S. Pengaruh Layanan Penguasaan Konten Melalui Media Mind Mappinguntuk Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa Kelas Viii Smp N 15 Semarang. Empati-Jurnal Bimbing dan Konseling. 2016;3(2).

(30) Masruroh R, Hartini S. Efektivitas Pemberian Kompres Hangatdi Axilladan Di Femoralterhadappenurunan Suhu Tubuh Pada Anakdemam Usia Prasekolahdi Rsudambarawa. 2016;

(31) Setiawan H, Firmansyah A, Firdaus FA. Studi Kasus Penggunaan Hot Ginger Compress Untuk Menurunkan Skala Nyeri Pada Pasien Arthritis Rheumatoid. 2020;(2):24–8.

(32) Lestari, Dwi AB, Sarwono AB. Efektivitas Water Tepid Sponge Suhu 37°C Dan Kompres Hangat Suhu 37°C Terhadap Penurunan Suhu Pada Anak Dengan Hipertermia. J Keperawatan Mersi vol VIII. 2019;VIII:40–6.

(33) Haryani S. pengaruh kompres tepid sponge hangat terhadap penurunan suhu tubuh pada anak umur 1-10 tahun dengan hipertermia (studi kasus di RSUD Tugurejo Semarang). Ecos. 2012;22(3–4):94–8.

Published

2021-06-20 — Updated on 2021-11-23

Versions

Most read articles by the same author(s)